Karena kali ini saya sedang sangat tertarik dengan brainwave, maka kali ini saya akan membahas apa itu brainwave dan manfaatnya bagi kita.
Walaupun rata- rata kita masih belum mengetahui apa itu brainwave atau terapi gelombang otak, ternyata sangat banyak manfaat yang akan kita dapat setelah mengunakan brainwave ini.
Apa itu brainwave ?
Sedangkan
Gelombang Gamma terjadi ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang
sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan
kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, terburu-buru karena
dikejar deadline pekerjaan atau keadaan lain yang sangat menegangkan bagi orang
tersebut.
Walaupun rata- rata kita masih belum mengetahui apa itu brainwave atau terapi gelombang otak, ternyata sangat banyak manfaat yang akan kita dapat setelah mengunakan brainwave ini.
Apa itu brainwave ?
Otak Anda terdiri dari milyaran sel otak yang disebut
neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan
memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron
dalam otak inilah yang disebut "gelombang otak" atau brainwave. Jadi
yang disebut gelombang otak adalah "arus listrik" yang dikeluarkan
oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka kita tahu
bahwa otak tersebut sudah mati.
Gelombang otak bisa diukur dengan peralatan
Electroencephalograph (EEG). Diketahui bahwa frekuensi gelombang otak yang
dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz dan digolongkan menjadi
gelombang delta, theta, alpha dan beta. Setiap gelombang punya karakteristik
yang berbeda-beda serta menandakan kondisi mental seseorang. Penggunaan brainwave juga dapat disesuaikan untuk kebutuhan kita
Berikut adalah jenis-jenis dari gelombang otak serta manfaatnya
Gelombang Beta: Waspada, Konsentrasi.
Kondisi gelombang otak Beta (13-30 Hz) menjaga pikiran kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.
Kondisi gelombang otak Beta (13-30 Hz) menjaga pikiran kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.
Gelombang Alpha: Kreativitas, Relaksasi, Visualisasi
Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.
Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.
Gelombang Theta: Relaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori
Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.
Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.
Gelombang Delta: Penyembuhan, Tidur Sangat Nyenyak.
Kondisi Delta (0.5-4 Hz), saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam penyembuhan. Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.
Kondisi Delta (0.5-4 Hz), saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam penyembuhan. Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.
Pandangan keliru yang selama ini ada dalam benak
banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu
saat. Saat kita aktif berpikir kita berada pada gelombang beta. Kalau kita
rileks kita berada di alfa. Kalau sedang melamun, kita di theta. Dan, kalau
tidur lelap kita berada di delta. Pandangan itu salah. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat
jenis gelombang secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda.
Misalnya dalam kondisi tidur, otak kita lebih banyak memproduksi gelombang
delta, tapi tetap memproduksi theta, alpha dan beta walaupun kadarnya sedikit.
Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan
selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi jenis gelombang pada saat
tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang.
Meditasi adalah salah satu cara paling kuno untuk mengatur pola gelombang otak.
Sedangkan bagi masyarakat modern yang sibuk, teknologi Brainwave Entrainment
menjadi salah satu cara favorit untuk mengatur pola gelombang otak agar sesuai
dengan kebutuhan.
Sebenarnya, selain 4 jenis gelombang yang kami
sebutkan diatas (Delta, Theta, Alpha dan Beta) masih ada gelombang otak yang
lebih tinggi yaitu Gamma dengan frekuensi 40-99 Hz, HyperGamma dengan frekuensi
tepat 100 Hz dan gelombang Lambda dengan frekuensi tepat 200 Hz. Menurut Dr.
Jeffrey. D. Thompson, dari Center for Acoustic Research, gelombang
HyperGamma dan Lambda berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika
atau paranormal.
Cukup sekian untuk postingan admin kali ini, semoga bermanfaat bagi pembaca
Tidak ada komentar:
Posting Komentar